Kisah Danau Toba, Legenda Putri Jelmaan Ikan dan Letusan Gunung Purba

Danau Toba, Sumatera Utara tengah menjadi sorotan seiring terjadinya kecelakaan tragis. KM Sinar Bangun karam di Danau Toba pada Senin, 18 Juni 2018. Belum diketahui jumlah pasti penumpang, sejauh ini yang telah dievakuasi 21 penumpang dan tiga di antaranya meninggal. Tim Geosurvei menemukan objek diduga kapal tersebut di kedalaman 450 meter.

Sungguh dalam Danau Toba, disebut-sebut sebagai danau terdalam di dunia. Kedalamannya ditaksir 450-500 meter. Danau di ketinggian 900 meter ini seluas 1.145 kilometer persegi, merupakan danau terluas di Asia Tenggara.

Di tengah Danau Toba, seperti dikutip dari laman Indonesia.go.id, terdapat sebuah Pulau Samosir. Pulau Samosir memiliki dua danau kecil yaitu Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni. Pulau Samosir yang memiliki luas hampir sama dengan luas negara Singapura ini menjadi tempat tinggal suku Batak Samosir.

Suku Batak yang tinggal di Pulau Samosir masih memegang teguh kepercayaan leluhur. Mereka juga masih menjalankan berbagai ritual yang biasa dilakukan nenek moyang dahulu.

Bagi masyarakat Batak setempat, Danau Toba menjadi tempat bersemayamnya tujuh dewi suku Batak atau yang biasa disebut dengan Namborru. Setiap kali hendak melakukan kegiatan di sekitar danau, masyarakat akan berdoa dan meminta izin terlebih dahulu agar acara mendapat berkah dan dapat berjalan dengan lancar.

Legenda Perempuan Cantik Jelmaan Ikan

 

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Danau Toba juga menyimpan kisah legenda ikhwal asal muasal terbentuknya danau. Dari cerita rakyat yang beredar, terbentuknya Danau Toba terkait dengan kisah keluarga manusia dan putri jelmaan ikan.

Alkisah, pada zaman dahulu ada seorang pemuda memancing di sungai dan mendapatkan seekor ikan. Anehnya, ikan tangkapan itu bisa berbicara dan memohon agar tidak dimasak. Ikan tersebut kemudian berubah menjadi perempuan yang sangat cantik bernama Toba.

Singkat cerita, keduanya pun menikah. Namun, ada satu permintaan Toba yang tak boleh dilanggar pemuda itu. Tak boleh ada seorang pun yang tahu tentang siapa sebenarnya Toba. Pernikahan mereka berjalan baik-baik saja sampai mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama Samosir yang nakal dan selalu merasa lapar.

Pada suatu hari, Samosir ditugaskan mengirim makanan untuk ayahnya di ladang, tetapi makanan yang dibawanya malah dimakan di jalan. Sang ayah lapar dan memutuskan pulang. Dalam perjalanan pulang ia melihat Samosir sedang makan bekal miliknya. Dalam kondisi sangat marah, tak sengaja ia menunjuk Samosir dan mengatakan bahwa ia adalah anak ikan.

Seketika langit gelap dan hujan turun dengan deras. Air juga keluar dari bawah tanah yang membuat perkampungan terendam air. Toba dan Samosir tiba-tiba hilang saat perkampungan berubah menjadi lautan air. Danau Toba dan Pulau Samosir diyakini sebagai perwujudan siluman ikan dan anaknya.

 

Letusan Gunung Purba

 

 

Dari kajian ilmiah, Danau Toba adalah danau vulkanik yang terbentuk karena letusan Gunung Toba sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu. Letusan gunung membentuk kaldera atau kawah raksasa yang kemudian terisi air hingga menjadi danau seperti saat ini. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Letusan gunung ini sangat luar biasa sampai debu vulkanik yang dihasilkannya bertebaran hampir ke seluruh belahan dunia. Letusan ini juga mempengaruhi iklim dan cuaca sehingga bumi memasuki zaman es. Penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan kepunahan pada beberapa spesies makhluk hidup. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60 persen dari jumlah populasi manusia bumi saat itu. Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba.

Leave a Reply