Karena Melawan Polisi Israel, Perempuan Palestina Dilarang Masuk Masjid Al-Aqsha

Pihak kepolisian Israel memerintahkan seorang perempuan Palestina untuk menjauhi Masjid Al-Aqsha selama 15 hari.

Penyebabnya perempuan Palestina tersebut melawan polisi Israel ketika anggota pasukan kepolisian melanggar tempat suci ketiga umat Muslim.

Perempuan bernama Muntaha Imara ditahan polisi Israel di pos polisi Gerbang Jaffa di Al-Quds (Jerusalem) selama beberapa jam.

Sebelumnya polisi mengejar perempuan itu ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsha saat ia melawan keberadaan provokatif polisi Israel di tempat suci umat Muslim tersebut.

Namun Muntaha Imara dibebaskan pada Senin malam.

Tetapi polisi memerintahkan Muntaha untuk tidak berada di Masjid Al-Aqsha selama 15 hari.

Polisi Israel juga memperingatkan beberapa bus yang membawa jamaah dari dalam wilayah Israel menuju Masjid Al-Aqsha agar tidak memberi Muntaha tumpangan, atau bus mereka akan disita.

Itu bukan untuk pertama kali Muntaha Imara ditahan oleh polisi dan diperintahkan untuk menjauhi Masjid Al-Aqsha.

Dalam kasus lain, pasukan keamanan Israel memberi tahu seorang warga Palestina di Kota Kecil Yatta, bagian selatan Al-Khalil (Hebron), di Tepi Barat Sungai Jordan agar menghentikan pekerjaan pembuatan sumur untuk menampung air hujan di tanah miliknya sendiri.

Pasukan Israel menyerahkan kepada Fareed Al-Jabbour instruksi penghentian pembuatan sumur penampung air hujan di tanah miliknya pribadi.

Laman antaranews melansir bahwa banyak pihak mengutuk tindakan pemerintah Israel di daerah tersebut.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mengambil alih tanah orang Palestina di bagian selatan Al-Khalil untuk kepentingan perluasan permukiman Yahudi.

Sumber: islami.co

Leave a Reply