Ini Kelemahan Jin yang Dibocorkan kepada Sahabat Nabi

kelemahan jin
ilustrasi

Jin bisa mengganggu manusia. Terutama jin kafir. Kadang mereka mengganggu dengan kemauannya sendiri sehingga ada manusia yang kesurupan. Kadang juga bekerja sama dengan dukun dan tukang sihir untuk menyakiti korbannya.

Lalu apa kelemahan jin yang bisa dengan mudah dilakukan oleh umat Islam agar terhindar dari gangguan jin? Sejumlah sahabat Nabi yang bertemu jin mendapatkan jawabannya dan dibenarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kaab bin Malik menceritakan bahwa ia memiliki sebuah wadah besar yang berisi kurma. Ia biasa menjaga tong berisi kurma itu tetapi ternyata isinya berkurang tanpa diketahui siapa yang mengambilnya.

Pada suatu malam saat ia menjaganya, tiba-tiba ia melihat seekor hewan yang bentuknya mirip dengan anak laki-laki berusia baligh. Lalu Kaab mengucap salam kepadanya. Makhluk itu pun menjawab salam Kaab.

“Siapa kamu, jin atau manusia?” tanya Kaab.

“Aku jin” jawabnya,

“Kemarikanlah tanganmu ke tanganku.”

Makhluk itu mengeluarkan tangannya ke Ka’ab, ternyata tangannya seperti kaki anjing begitu pula bulunya.

“Apakah memang demikian bentuk jin itu?” tanya Kaab lagi.

“Kamu sekarang telah mengetahui jin. Di kalangan mereka, tidak ada yang lebih kuat daripada aku.”

“Apa yang mendorong berbuat demikian?”

“Telah sampai kepadaku bahwa kamu adalah seorang manusia yang suka bersedekah, maka kami ingin memperoleh sebagian dari makananmu.”

“Hal apakah yang dapat melindungi kami dari gangguan kalian?”

“Ayat ini, yakni ayat kursi,” jawab jin tersebut.

Keesokan harinya, Kaab berangkat menemui Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam lalu menceritakan hal itu kepada beliau. Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benarlah apa yang dikatakan oleh si jahat itu.” (HR Hakim, dikutip Ibnu Katsir saat menafsirkan ayat kursi)

Abu Ayyub Al Anshari pernah menangkap jin dengan petunjuk Rasulullah. Setelah tertangkap, jin itu mengiba minta dilepaskan. “Aku sudah kapok dan tidak akan kembali menggoda lagi.”

Kemudian Abu Ayyub memberitahukan kepada Rasulullah bahwa ia melepaskan jin itu. Rasulullah mengingatkan Abu Ayyub bahwa jin itu akan kembali lagi. Dan ternyata benar, besoknya jin itu kembali lagi.

Ketika tertangkap lagi, jin itu kembali minta dilepasakan. Kali ini dengan memberikan imbalan. Ia membocorkan kelemahan kaum jin.

“Lepaskanlah aku dan aku akan mengajarkan kepadamu satu kalimat yang jika kamu ucapkan niscaya tidak ada sesuatu yang berani mengganggumu yaitu ayat kursi.”

Abu Ayyub pun melepaskannya dan menyampaikan hal itu kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah bersabda, “Engkau benar, tetapi dia banyak berdusta.”

Kisah ini diriwayatkan Imam Ahmad dan Tirmidzi, dikutip Ibnu Katsir saat menjelaskan tafsir ayat kursi. [Muchlisin BK/Kisahikmah]

Lebih detil tentang keutamaan dan keajaiban ayat kursi, silahkan baca artikel Ayat Kursi

kelemahan jin
ilustrasi

Jin bisa mengganggu manusia. Terutama jin kafir. Kadang mereka mengganggu dengan kemauannya sendiri sehingga ada manusia yang kesurupan. Kadang juga bekerja sama dengan dukun dan tukang sihir untuk menyakiti korbannya.

Lalu apa kelemahan jin yang bisa dengan mudah dilakukan oleh umat Islam agar terhindar dari gangguan jin? Sejumlah sahabat Nabi yang bertemu jin mendapatkan jawabannya dan dibenarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kaab bin Malik menceritakan bahwa ia memiliki sebuah wadah besar yang berisi kurma. Ia biasa menjaga tong berisi kurma itu tetapi ternyata isinya berkurang tanpa diketahui siapa yang mengambilnya.

Pada suatu malam saat ia menjaganya, tiba-tiba ia melihat seekor hewan yang bentuknya mirip dengan anak laki-laki berusia baligh. Lalu Kaab mengucap salam kepadanya. Makhluk itu pun menjawab salam Kaab.

“Siapa kamu, jin atau manusia?” tanya Kaab.

“Aku jin” jawabnya,

“Kemarikanlah tanganmu ke tanganku.”

Makhluk itu mengeluarkan tangannya ke Ka’ab, ternyata tangannya seperti kaki anjing begitu pula bulunya.

“Apakah memang demikian bentuk jin itu?” tanya Kaab lagi.

“Kamu sekarang telah mengetahui jin. Di kalangan mereka, tidak ada yang lebih kuat daripada aku.”

“Apa yang mendorong berbuat demikian?”

“Telah sampai kepadaku bahwa kamu adalah seorang manusia yang suka bersedekah, maka kami ingin memperoleh sebagian dari makananmu.”

“Hal apakah yang dapat melindungi kami dari gangguan kalian?”

“Ayat ini, yakni ayat kursi,” jawab jin tersebut.

Keesokan harinya, Kaab berangkat menemui Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam lalu menceritakan hal itu kepada beliau. Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benarlah apa yang dikatakan oleh si jahat itu.” (HR Hakim, dikutip Ibnu Katsir saat menafsirkan ayat kursi)

Abu Ayyub Al Anshari pernah menangkap jin dengan petunjuk Rasulullah. Setelah tertangkap, jin itu mengiba minta dilepaskan. “Aku sudah kapok dan tidak akan kembali menggoda lagi.”

Kemudian Abu Ayyub memberitahukan kepada Rasulullah bahwa ia melepaskan jin itu. Rasulullah mengingatkan Abu Ayyub bahwa jin itu akan kembali lagi. Dan ternyata benar, besoknya jin itu kembali lagi.

Ketika tertangkap lagi, jin itu kembali minta dilepasakan. Kali ini dengan memberikan imbalan. Ia membocorkan kelemahan kaum jin.

“Lepaskanlah aku dan aku akan mengajarkan kepadamu satu kalimat yang jika kamu ucapkan niscaya tidak ada sesuatu yang berani mengganggumu yaitu ayat kursi.”

Abu Ayyub pun melepaskannya dan menyampaikan hal itu kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah bersabda, “Engkau benar, tetapi dia banyak berdusta.”

Kisah ini diriwayatkan Imam Ahmad dan Tirmidzi, dikutip Ibnu Katsir saat menjelaskan tafsir ayat kursi. [Muchlisin BK/Kisahikmah]

Lebih detil tentang keutamaan dan keajaiban ayat kursi, silahkan baca artikel Ayat Kursi

Leave a Reply