Info BMKG: Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Mulai 10-13 April 2019 Dampak Siklon Wallace

5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri 5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri – Emas adalah salah satu jenis logam mulia yang telah lama dikenal sebagai simbol kekayaan dan salah satu jenis investasi untuk melindungi nilai kekayaan. Nilai emas cenderung meningkat dalam jangka panjang dan bisa memberikan tingkat pengembalian yang menguntungkan. Meskipun investasi emas relatif lebih aman, Anda tetap harus memperhatikan beberapa kondisi agar jangan sampai melakukan kesalahan saat berinvestasi. Hindari 5 kesalahan investasi emas yang bisa merugikan diri sendiri. 5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri, 1. Tidak Memeriksa Kemurnian Emas investasi emas - investasi minim risiko Saat membeli emas dalam bentuk perhiasan, Anda pasti akan mendapatkan emas dengan campuran logam yang lainnya. Hal ini sangat berbeda dengan investasi emas dalam bentuk batangan, dimana Anda bisa mendapatkan emas murni tanpa adanya campuran yang lain. Kami menyarankan Anda untuk membeli emas murni dalam bentuk batangan jika memiliki tujuan berinvestasi. 2. Tidak Memiliki Tempat Penyimpanan yang Memadai simpan-emas-curi-pencuri-menabung Emas adalah logam mulia yang mudah dibawa dan dipindahkan. Hal inilah yang membuat emas lebih beresiko hilang dan dicuri oleh orang lain. Saat memutuskan untuk berinvestasi emas, maka penting untuk memiliki tempat penyimpanan khusus atau bisa menyewa tempat penyimpanan di bank atau pegadaian. 3. Tidak Membandingkan Harga Emas emas-untung-tukar-investasi Jangan terburu-buru saat akan membeli logam mulia. Sebelum melakukan pembelian emas batangan, tidak ada salahnya untuk membandingkan harga di beberapa tempat terpercaya agar bisa mendapatkan harga terbaik. Jangan sampai Anda merugi karena ada penjual yang menaikkan harga emas terlalu tinggi. Hal ini sangat penting dilakukan khususnya Anda yang tidak memantau pergerakan harga emas. 4. Tujuan Investasi yang Salah investasi emas Jangan membeli emas untuk dijadikan perhiasan agar terlihat menarik saat datang ke pesta. Jika Anda memiliki tujuan untuk mendapatkan imbal hasil di masa depan, maka sebaiknya membeli emas dalam bentuk batangan. Membeli emas batangan jauh lebih menguntungkan karena Anda tidak akan dibebankan dengan biaya pembuatan saat menjualnya kembali. Salah satu jenis emas batangan yang berkualitas adalah emas yang memiliki sertifikat Antam 99.99% yang banyak tersedia di pegadaian atau Butik Antam. Jangan lupa untuk menyimpan emas di atas 2 tahun agar bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih baik. Jika Anda membeli emas untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek, maka emas bukanlah pilihan yang tepat. Sebaiknya pilih tempat investasi yang bisa memberikan imbal hasil optimal dalam jangka pendek, misalnya dengan mendanai di KoinWorks. Platform peer-to-peer lending yang membuat Anda sebagai pendana dapat menyalurkan dana Anda kepada UKM sebagai peminjam. Di KoinWorks, Anda bisa memulainya hanya dengan dana Rp 100.000 dan berpotensi mendapatkan imbal hasil di atas 21,32% per tahunnya. Anda juga tidak perlu khawatir karena karena adanya fasilitas dana proteksi yang nilainya sampai dengan 100% tergantung tingkat risiko yang dipilih. 5. Tidak Memantau Harga Emas bisnis-untung-harga-strategi harga - menaikkan harga produk - teknik psikologis harga produk Pergerakan harga emas memainkan peranan yang penting saat Anda akan menjual atau membeli emas. Oleh karena itu, Anda sebagai investor harus memastikan membeli emas saat harga rendah dan menjualnya saat harga telah meningkat. Cek Harga Emas Hari Ini: Sabtu, 11 Januari 2020 Jangan sampai menjual emas saat harganya di bawah harga beli karena itu bisa membuat Anda merugi. Itulah 5 hal yang penting untuk diperhatikan saat Anda akan berinvestasi emas. Emas termasuk dalam investasi jangka panjang, jadi pastikan Anda berinvestasi emas di atas 2 tahun atau lebih. Pastikan juga Anda memiliki tempat yang aman untuk menyimpan emas agar tidak mudah dicuri oleh orang. Semoga bermanfaat!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi peringatan dini gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

Peringatan tersebut dikeluarkan BMKG pada Rabu (10/4/2019) melalui laman resmi bmkg.go.id.

Peringatan dini ini berlaku sejak Rabu (10/4/2019) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (13/4/2019) pukul 07.00 WIB.

BMKG mengidentifikasi adanya Tropical Cyclone “WALLACE” 990 hPa di Samudera Hindia barat Australia.

Pola tekanan rendah 1009 hPa di Samdura Hindia barat Sumatra, 1007 hPa di Samudra Pasifik utara Halmahera dan 1009 hPa di Laut Arafuru bagian barat.

Pola Angin di wilayah utara Indonesia umumnya bergerak dari barat laut menuju timur laut dengan kecepatan 4 – 20 knot.

Sementara di wilayah selatan Indonesia, angin umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 4 – 20 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Bengkulu, Perairan Kepulauan Enggano, Laut Arafuru, Perairan Merauke dan Perairan selatan Kepulauan Tanimbar.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Selengkapnya, berikut daftar perairan di Indonesia yang berpotensi mengalami gelombang tinggi pada 10-13 April 2019.

Tinggi gelombang 1.25 – 2.50 m (Sedang) berpeluang terjadi di:

  1. Perairan Utara Sabang
  2. Perairan Sabang Hingga Banda Aceh
  3. Perairan Barat Aceh
  4. Perairan Barat Kepulauan Simeulue Hingga Kepulauan Mentawai
  5. Perairan Bengkulu
  6. Samudra Hindia Barat Aceh Hingga Bengkulu
  7. Perairan Selatan Pulau Sumba Hingga Pulau Rotte
  8. Selat Sumba Bagian Barat
  9. Laut Sulawesi Bagian Timur
  10. Laut Sawu
  11. Laut Maluku Bagian Utara
  12. Laut Arafuru
  13. Perairan Utara Kepulauan Talaud
  14. Perairan Selatan Kepulauan Tanimbar
  15. Perairan Utara Biak
  16. Samudera Pasifik Utara Papua

Tinggi gelombang 2.50 – 4.0 m (Tinggi) berpeluang terjadi di:

  1. Perairan Enggano Hingga Barat Lampung
  2. Perairan Selatan Jawa Hingga Pulau Sumbawa
  3. Selat Sunda Bagian Selatan
  4. Samudera Hindia Barat Lampung
  5. Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas Bagian Selatan
  6. Samudera Hindia Selatan Jawa Hingga Ntb

Selain merilis daftar perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini yaitu adanya risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).

Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggigelombang di atas 1.5 m).

Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5m).

Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m)

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar wilayah perairan berpotensi gelombang tinggi agar tetap waspada dan selalu berhati-hati.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply