Habib Luthfi: Ustadz Abdul Somad Mengalir Darah Nabi, Silsilah UAS Ternyata Kakek Mursyid Tarekat

5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri 5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri – Emas adalah salah satu jenis logam mulia yang telah lama dikenal sebagai simbol kekayaan dan salah satu jenis investasi untuk melindungi nilai kekayaan. Nilai emas cenderung meningkat dalam jangka panjang dan bisa memberikan tingkat pengembalian yang menguntungkan. Meskipun investasi emas relatif lebih aman, Anda tetap harus memperhatikan beberapa kondisi agar jangan sampai melakukan kesalahan saat berinvestasi. Hindari 5 kesalahan investasi emas yang bisa merugikan diri sendiri. 5 Kesalahan Investasi Emas yang Bisa Merugikan Diri Sendiri, 1. Tidak Memeriksa Kemurnian Emas investasi emas - investasi minim risiko Saat membeli emas dalam bentuk perhiasan, Anda pasti akan mendapatkan emas dengan campuran logam yang lainnya. Hal ini sangat berbeda dengan investasi emas dalam bentuk batangan, dimana Anda bisa mendapatkan emas murni tanpa adanya campuran yang lain. Kami menyarankan Anda untuk membeli emas murni dalam bentuk batangan jika memiliki tujuan berinvestasi. 2. Tidak Memiliki Tempat Penyimpanan yang Memadai simpan-emas-curi-pencuri-menabung Emas adalah logam mulia yang mudah dibawa dan dipindahkan. Hal inilah yang membuat emas lebih beresiko hilang dan dicuri oleh orang lain. Saat memutuskan untuk berinvestasi emas, maka penting untuk memiliki tempat penyimpanan khusus atau bisa menyewa tempat penyimpanan di bank atau pegadaian. 3. Tidak Membandingkan Harga Emas emas-untung-tukar-investasi Jangan terburu-buru saat akan membeli logam mulia. Sebelum melakukan pembelian emas batangan, tidak ada salahnya untuk membandingkan harga di beberapa tempat terpercaya agar bisa mendapatkan harga terbaik. Jangan sampai Anda merugi karena ada penjual yang menaikkan harga emas terlalu tinggi. Hal ini sangat penting dilakukan khususnya Anda yang tidak memantau pergerakan harga emas. 4. Tujuan Investasi yang Salah investasi emas Jangan membeli emas untuk dijadikan perhiasan agar terlihat menarik saat datang ke pesta. Jika Anda memiliki tujuan untuk mendapatkan imbal hasil di masa depan, maka sebaiknya membeli emas dalam bentuk batangan. Membeli emas batangan jauh lebih menguntungkan karena Anda tidak akan dibebankan dengan biaya pembuatan saat menjualnya kembali. Salah satu jenis emas batangan yang berkualitas adalah emas yang memiliki sertifikat Antam 99.99% yang banyak tersedia di pegadaian atau Butik Antam. Jangan lupa untuk menyimpan emas di atas 2 tahun agar bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih baik. Jika Anda membeli emas untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek, maka emas bukanlah pilihan yang tepat. Sebaiknya pilih tempat investasi yang bisa memberikan imbal hasil optimal dalam jangka pendek, misalnya dengan mendanai di KoinWorks. Platform peer-to-peer lending yang membuat Anda sebagai pendana dapat menyalurkan dana Anda kepada UKM sebagai peminjam. Di KoinWorks, Anda bisa memulainya hanya dengan dana Rp 100.000 dan berpotensi mendapatkan imbal hasil di atas 21,32% per tahunnya. Anda juga tidak perlu khawatir karena karena adanya fasilitas dana proteksi yang nilainya sampai dengan 100% tergantung tingkat risiko yang dipilih. 5. Tidak Memantau Harga Emas bisnis-untung-harga-strategi harga - menaikkan harga produk - teknik psikologis harga produk Pergerakan harga emas memainkan peranan yang penting saat Anda akan menjual atau membeli emas. Oleh karena itu, Anda sebagai investor harus memastikan membeli emas saat harga rendah dan menjualnya saat harga telah meningkat. Cek Harga Emas Hari Ini: Sabtu, 11 Januari 2020 Jangan sampai menjual emas saat harganya di bawah harga beli karena itu bisa membuat Anda merugi. Itulah 5 hal yang penting untuk diperhatikan saat Anda akan berinvestasi emas. Emas termasuk dalam investasi jangka panjang, jadi pastikan Anda berinvestasi emas di atas 2 tahun atau lebih. Pastikan juga Anda memiliki tempat yang aman untuk menyimpan emas agar tidak mudah dicuri oleh orang. Semoga bermanfaat!

Dai kondang Ustaz Abdul Somad kini punya panggilan resmi; Syekh Abdul Somad.

Tak tanggung-tanggung, panggilan Syekh Abdul Somad disampaikan langsung Maulana Habib Luthfi Bin Yahya.

Juga terungkap fakta ternyata UAS punya silsilah keturunan dari Rasulullah Muhammad SAW.

View this post on Instagram

A post shared by Ustadz Abdul Somad (Official) (@ustadzabdulsomad) on

SILATURRAHIM KE HABIB LUTHFI BIN YAHYA

1. Alhamdulillah sampai di Semarang, dijemput KH. Anis Maftuhin, KH. DR. Fadholan dan KH. DR. Muhammad Afifuddin

2. Setelah mampir di Pesantren yang dipimpin KH. DR. Fadholan di lingkungan UIN Semarang, perjalanan dilanjutkan ke Pekalongan. Bertemu dengan KH. Arif Hasanul Muna sahabat di Mesir dulu

3. Silaturrahim ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya. Masya Allah, menyejukkan, zahir dan batin

4. Mohon ijazah zikir, doa dan nasihat. Kata-kata beliau penuh hikmah, “Pohon itu, kalau sudah berbuah, akan ada kalong, ada semut, ada hama, itu baru pohon. Kalau cuma berbunga, belum pohon besar”, kalimatnya penuh makna

5. Kata beliau, “Lautan itu luas. Ada perahu Qadiriyah yang dibawa Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, ada perahu Naqsyabandiyah, tapi lautannya tetap La-ilaha-illallah”

6. Beliau melanjutkan agar tetap menjadi benteng Ahlussunnah Waljama’ah

Pekalongan,
3 Jumadil Akhir 1440
8 Februari 2019

Demikian keterangan foto di atas di akun resmi Instagram @ustadzabdulsomad

Ulama kondang asal Riau, Ustadz Abdul Shomad atau yang akrab disapa UAS, berkunjung ke kediaman Maulana Habib Luthfi Bin Yahya, Jumat (8/2/2018).

Kunjungan UAS ke kediaman Habib Lutfi di Jalan Dr Wahidin, Noyontaan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, itu didampingi beberapa orang.

Satu di antaranya Ustadz Arif Chasanul Muna, rekannya semasa menuntut ilmu di Mesir.

UAS datang untuk berbaiat thariqah kepada Habib Luthfi yang merupakan Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Nahdlatul Ulama.

Arif menuturkan, Habib Luthfi memproklamirkan panggilan baru UAS dengan nama depan Syaikh.

“Penjelasan KH Fadlolan Musyaffa yang juga hadir dalam kunjungan, Habib Luthfi memanggil UAS dengan nama Syaikh Abdus Shomad,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (9/2/2019).

Ia menuturkan, Habib Luthfi meminta panggilan ustadz tidak lagi dipakai UAS dikarenakan tidak seperti ulama NU.

“Penjelasan Kyai Fadholan yang juga hadir di ruangan Habib bersama UAS, saya kira sudah cukup representatif,” paparnya.

Arif menjelaskan, UAS bersama Habib Luthfi dan beberapa ulama berkumpul di dalam ruangan.

Hampir sepanjang pembicaraan, para hadirin menggunakan bahasa Arab.

“Tapi saya mohon maaf sebesar-besarnya, terikat janji di ruangan Habib Luthfi. Jadi saya tidak bisa memberikan komentar,” tambahnya.

Dilansir dari situs resminya, Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah adalah organisasi yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang mengamalkan thariqah.

JATMAN merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran Thariqah Al Mu’tabarah, yang merupakan salah satu pilar dari ajaran Islam Ala Ahlussunah Wal Jama’ah yang telah dirintis dan dikembangkan oleh para salafus shalihin, yang bersumber dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Malaikat Jibril Alaihi Salam atas petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sanad yang muttasil.

JATMAN merupakan suatu sarana bagi para Mursyidin/Khalifah untuk lebih mengefektifkan pembinaan terhadap para murid yang telah berbaiat sekaligus sebagai forum untuk menjalin ukhuwah antar sesama penganut ajaran Thariqah dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan dan keihlasan didalam amaliyah ubudiyyah serta meningkatkan rabithah terhadap guru Mursyid/Khalifah.

Thariqah ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah Swt melalui tahapan-tahapan/maqamat.

Adapun JATMAN didirikan di Tegalrejo Magelang pada 16 Rabi’ul Awal 1377 H atau 10 Oktober 1957.

Sementara itu, penjelasan mengenai kunjungan UAS ke kediaman Habib Luthfi disampaikan secara gamblang oleh KH Fadlolan Musyaffa dalam akun Facebook-nya.

Berikut penjelasan pengasuh Ma’had Al-Jami’ah Walisongo Semarang tersebut:

Saya mendampingi UAS sowan Maulana Habib Lutfi, Pekalongan.

Tdk menduga ternyata Habib Lutfi, sangat senang dan memeluknya dg memanggilnya Syekh Abdus Samad.

Dari detik itulah Habib Lutfi, memproklamirkan harus memanggil dg panggilan Syekh Abdus Samad (tdk boleh dipanggil Ustad lagi, karena seperti tdk ulama NU, kata Habib Lutfi).

Satu jam lbh membanggakan Syekh Abdussamad. beliau sambil mengharap banget, pd syekh Abdus Samad, utk siap ikrar membesarkan NU, Kader NU yg sdh kapabel dan punya segalanya, bahkan tdk hanya ilmu yg mumpuni, tapi nasab yg tinggi dari kakeknya syekh Abdurrahman, ulama Riau, seorang mursyid Toreqoh Syatthoriyah di Sumatra.

Sekalipun Syekh Abdus Samad, sebelumnya telah baiat dua Thoreqoh Syatthoriyah dan Naqsabandiyah, namun Habib Lutfi, menyarankan mengamalkan wiridan thoreqoh naqsabandiyah dan membaiatnya lagi.

Syekh Abdus Samad jg didukung sepenuhnya dlm cara berdakwah yg bisa menjawab permasalahan salafi wahabi dg hujjah yg sangat bijak dan ilmiyah.

Habib sampai bilang : “saya beckup antum sepenuhnya, siapa yg berani menghalangi…”

Kita butuh persatuan ulama perekat umat, bukan malah cari perbedaan.

Sekalipun ada orang NU yg tdk sejalan dg antum, biarkan.

Kalau NU tdk mau antum, akan saya masukkan di struktur pengurus JATMANU (Jamiyah Toreqoh Mutabaroh Nahdlatul Ulama)… Antum siap kan..? ” Dijawab: Hadir u’murni ya Maulana”.

Habib Lutfi berkata, sambil menepuk paha syekh Abdus Samad: “Dah yajri dam min Rasulillah SAW” (nih Syekh Samad mengalir darah Rasulillah).

Itu mengisaratkan nasab yg tinggi sampai Rasulillah, sekalipun nasabnya terputus lewat nasab keturunan perempuan.

Ternyata Syekh Abdus Samad ini, dari rumah sdh bawa map yg isinya 4 lembar kertas HVS ditulis tangan silsilah sanad Thoreqoh dari buku karya kakeknya yg telah di tahqiq muqobalah dg beberapa kitab tasawuf.

Rupanya Syekh Abdus Samad ini nyocokkan nama2 sanad thoreqoh NU.

Habib Luthfi sangat hafal sanad sampai Rasulullah SAW.

Ziarah ini menjadikan Syekh Abdus Samad, seperti kembali pulang ke pangkuan Ulama Nahdliyin asli habitat ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyah, terbukti dirubahnya panggilan USTADZ menjadi SYEKH, baiat Thoreqoh dan diskusi Sanad Thoreqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyah.

Bismillah moga ziarah masyikhoh NU ini berkah utk semua Allahumma amin.

Fadlolan Musyaffa

Sejak diunggah 12 jam lalu, status KH Fadlolan Musyaffa ini sudah dibagikan 820-an kali dan mendapat 220-an komentar.

Ribuan netizen juga memberikan likes dan emoticon lain atas status tersebut.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply