Dicerai Karena Ketahuan Selingkuh, Istri Ini Malah Minta Pesangon 40 Juta

Diceraikan suami gara-gara ketahuan selingkuh adalah hal normal. Yang tidak normal adalah ketika yang dicerai marah-marah dan malah minta ganti rugi puluhan juta. Seperti kelakuan Karin, 44, ini.

Bisa dikatakan Karin adalah wanita jablay yang juga tak tahu diri. Sudah ketahuan selingkuh, eh dianya tak mau rugi. Ketika diceraikan suami, ia menuntut uang Rp 40 juta.

“Aku gak sembarangan ya Mbak. Itu gantinya selama ini dia gak ngasih nafkah,” katanya, saat berada di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, awal pekan lalu.

Keretakan hubungan pernikahan Karin sebelumnya adalah disebabkan oleh Donwori. Kalau kata Karin, entah benar entah tidak, Donwori orangnya tidak bertanggung jawab.

Donwori yang pekerjaannya sebagai sopir tak akan pulang kecuali akhir bulan. Hal itulah yang dijadikan Karin alasan untuk menggencani pria lain, dengan alasan kesepian.

Akhirnya, kencanlah Karin dengan seorang laki-laki. Kenalan dari kenalannya. Namanya Donjuan. Donjuan usianya terpaut belasan tahun lebih muda ketimbang Karin.

Yah bisa dikatakan, Donjuan lebih pantas memanggil Karin dengan panggilan “tante” ketimbang “sayang”.

Karin awalnya heran, darimana Donwori tahu kalau ia ada main dengan laki-laki lain. Dia sendiri, ngakunya main aman.

Ia tak pernah mengajak Donjuan ke rumah. Pun juga chattingannya dengan sang kekasih gelap, selalu ia hapus. Ketemuan di luar pun, ia selalu mencari tempat yang aman. Tidak di keramaian.

Namun kata Karin, belakangan Donwori kerap menginterogasinya. Ia ditanya, apa ada pria idaman lain. Tak jarang Donwori bahkan menggertak.

Katanya, awas saja kalau ada PIL, tamat riwayat Karin. Meski sebenarnya takut juga, Karin mencoba bersikap woles.

“Aku curiga, kayake dia dilapori orang yang gak seneng sama aku. Tapi siapa,” lanjut Karin,  penasaran.

Dan akhirnya, perselingkuhan itu ketahuan juga.  Di hari perdana Donjuan main ke rumah.

Waktu itu Karin berpikir kalau jadwal kepulangan Donwori masih satu mingguan lagi. Karena tak kuat menahan rindu, Karin memanggil PIL-nya.

Dan tanpa dijemput tanpa diundang, karena memang bukan jailangkung, Donwori pulang. Memergoki Karin suap-suapan dengan Donjuan.

Sampai di situ Radar Surabaya membayangkan adegan Donjuan dipukuli oleh Donwori.

Sementara Karin nangis-nangis sambil memegangi kaki Donwori meminta ampun, dan berteriak pada Donjuan untuk segera pergi.

Sementara tetangga sekitar berhamburan datang karena penasaran dengan apa yang terjadi. Dan tebakan itu, ada benarnya juga, meskipun sedikit mbeleset.

“Tahu aku sama cowok, dia langsung ngamuk. Wah kalau gak aku lerai, bisa mati itu Donjuan dihabisi Mas Don,” cerita Karin kemudian. Rupanya tak ada adegan drama Karin menangis minta maaf dan adegan tetangga kepo itu.

Alih-alih menangis meminta maaf, Karin malah gantian ngamuk ke Donwori. Ia tak mau disalahkan, malah ia ganti menyalahkan Donwori.

Ia katakan, seandainya Donwori lebih sering pulang, ia tak akan selingkuh. Keduanya pun sepakat bercerai saat itu juga, tentu tak baik-baik.

Sementara tuntutan uang itu, hadir kemudian. Ketika mengurus proses cerai, ide itu terlintas. Karin tak mau rugi. Donwori yang jarang pulang hingga jatah yang kurang banyaklah yang ia jadikan senjata.

“Dapet mbak duitnya? Rp 40 juta full?” tanya Radar Surabaya sekepo-keponya.

“Belum, makanya ini masih ngurus juga. Pokoknya harus dapet.Aku yakin dia punya uang banyak kok, cuma pelit sama istri,” Tukas perempuan asli Sawahan ini, penuh amarah dan semangat.

Sumber: jawapos.com

Leave a Reply