Curhatan Janda yang Putrinya Dihamili oleh Pacarnya: Perasaan Saya Hancur, Mau Mati

Janda dua orang anak ini seakan tak percaya jika putri sulungnya yang masih sekolah tengah mengandung janin bayi.

Putrinya yang masih berusia 17 tahun itu rupanya dihamili oleh sang pacar.

Beban hidup sang janda itupun semakin berat ketika pacar anaknya kabur alias tak mau bertanggungjawab.

Bahkan, hingga sang putri melahirkan, ayah biologis dari si jabang bayi itu tak juga muncul untuk menemui anaknya.

YG janda dua orang anak ini mengaku sangat terpukul saat mengetahui putri sulungnya VMN positif hamil.

Kehamilan anaknya diketahui saat ia mengantarkan VMN ke Puskesmas terdekat untuk berobat karena mengalami sakit pada bagian kaki dan penyakit kewanitaan.

Namun, betapa terkejutnya YG saat dokter mengatakan putrinya yang masih berstatus pelajar itu positif hamil.

Awalnya sang putri enggan mengakui pelaku yang telah menghamilinya. Namun, karena didesak akhirnya VMN mengakui bahwa telah dihamili DT.

“Dia sempat tidak mengakui, tapi akhirnya mengakui dan saya ajak keluarga untuk urus baik-baik tapi saat mau kumpul keluarga dia lari,” katanya.

Mendengar hal itu, janda yang kesehariannya sebagai buruh cuci ini mengaku perasaannya hancur.

“Perasaan saya sebagai ibu hancur, mau mati juga ada, tapi pikir kembali sudah terjadi mau bilang apa,” imbuhnya dikutip TribunnewsBogor.com dari Pos Kupang (Tribun-Network).

Janda yang tinggal di Kota Kupang ini hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit yang harus dijalani oleh keluarganya.

Keseharainnya, YG berprofesi sebagai buruh cuci di area tempat tinggalnya.

Ia mencoba sabar merawat anaknya hingga bersalin.

“Saya urus dia tiap bulannya bawa ke rumah puskesmas untuk kontrol hingga melahirkan dan mengurus dia dan cucu saya,” ujarnya.

Ibu dua anak ini menjelaskan, VMN merupakan harapan keluarga karena sebagai anak sulung.

Uang hasil kerja sepenuhnya digunakan untuk keperluan sekolah VMN.

“Jadi saya kerja banting tulang demi masa depannya dia dan nantinya dia bisa bantu saya. Saya lihat anak saya rindu untuk sekolah makanya saya dukung dia, ada juga yang omong bilang dia jangan sekolah tapi saya tetap sekolahkan dia demi masa depannya,” katanya.

Diakuinya, proses kepindahannya anaknya di sekolah yang baru dilakukan agar anaknya tetap bersemangat dan tidak terbeban atas persoalan.

Namun demikian, ia juga bersyukur karena sekolah VMN sebelumnya memberikan perhatian dan support terhadap anaknya hingga mengizinkan untuk pindah sekolah.

Sementara itu, di sekolah yang baru, ia tidak memberitahu perihal persoalan yang dihadapi anaknya karena takut tidak diterima di sekolah yang baru.

Namun, saat ini anaknya sudah bersekolah di sekolah baru tersebut dan sehari-hari, lanjut YG, ia menjaga dan merawat cucunya hingga kepulangan anaknya dari sekolah.

Setelah itu, barulah YG melanjutkan pekerjaannya untuk mendapatkan uang demi menyambung hidup.

“Di sekolah baru, kami tidak kasitahu, takut dia tidak terima. Tapi demi masa depan dia. Saya pikir masa depan supaya lanjut sekolah dan takutnya dia malu dengan guru dan teman-temannya,” ujarnya.

Walaupun komentar tidak mengenakan juga ia terima dari beberapa oknum akibat persoalan yang dihadapi, ibu paruh baya ini mengaku bersyukur banyak pihak terus memberikan support dan doa bagi keluarganya.

Hal itu ditunjukkan dari dukungan moril pihak keluarga, tetangga dan terlebih pihak gereja.

“Awalnya masyarakat sekitar curiga, tapi setelah mereka tahu mereka mendukung kami. Terlebih pihak gereja yang selalu mendoakan dan membantu kami, saya kuat karena dukungan semua itu,” ungkapnya.

Ia berharap, pria yang menghamili putrinya tersebut segera ditangkap oleh polisi.

“Saya mau dia dihukum. Kalau bertanggung jawab itu sudah lewat,” katanya.

Pihak Polsek Oebobo Polres Kupang Kota tengah memburu tersangka pencabulan siswi SMA di Kota Kupang hingga hamil.

Kapolsek Oebobo Polres Kupang Kota, Kompol I Ketut Saba ketika dihubungi pada Jumat (4/10/2019).

“Tersangka telah melarikan diri dan kami telah tetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang),” katanya.

Berdasarkan pengakuan korban kepada pihak penyidik, korban dan tersangka sebelumnya menjalin hubungan pacaran.

Selama pacaran, korban sering bertemu di kosan milik pelaku dan korban juga tidak mengetahui secara rinci terkait identitas tersangka.

“Jadi, korban hanya tahu nama samarannya saja,” ujarnya.

Tersangka diketahui sebagai pekerja di salah satu toko di bilangan Kuanino.

Saat keluarga korban mengetahui korban telah hamil, keluarga korban meminta meminta pertanggungjawaban tersangka.

Tersangka pun menghubungi keluarganya perihal permintaan keluarga korban, namun tersangka mengingkari janjinya dan kabur meninggalkan korban yang pada saat itu tengah hamil 4 bulan.

“Tersangka sudah diminta tanggung jawab, tapi tersangka malah kabur. Sehingga keluarga korban melalui om kandung melaporkan kejadian tersebut,” paparnya.

Kapolsek Oebobo menjelaskan, kasus pencabulan merupakan kasus atensi sehingga pihaknya selalu memprioritaskan penyelesaian kasus tersebut.

“Untuk kasus pencabulan, kami tidak main-main. Kami tindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Cerita Korban
VMN pun menceritakan kisah yang dialaminya hingga ia tetap bersekolah.

VMN menjelaskan, awalnya ia mengenal sang pacar atau pelaku yakni DT yang menghamilinya itu dari rekannya sejak masih duduk di bangku SMP.

Ia lalu menjalin hubungan pacaran dengan pelaku.

Saat bersama, pelaku selalu mengatakan akan bertanggung jawab atas semua hal yang telah dilakukan.

Hubungan pacaran keduanya berlangsung semula berjalan lancar.

Namun, ketika VMN positif hamil, DT yang saat itu bekerja sebagai pekerja di salah satu toko di Kota Kupang malah kabur meninggalkan dirinya.

“Dia (pelaku) bilang akan bertanggung jawab. Tapi saat saya hamil dia lari dan pas lapor di polisi dia sudah lari tidak ada kabar sampai saat ini,” katanya dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Kupang.

Perasaannya berkecamuk tak karuan setelah tahu dirinya hamil dan sang pencar pergi melarikan diri.

Terlebih, ia masih bersatatus sebagai siswi SMA dan masih ingin tetap bersekolah.

VMN mengaku selama ini ibu kandungnya yang menjadi penyemangatnya.

“Yang buat saya kuat karena dukungan dari orangtua,” kata VMN dengan suara yang pelan ketika ditemui di kosan milik orangtuanya di Kota Kupang pada Jumat malam (4/10/2019)

Pihak sekolah pun mengetahui hal tersebut, orangtua VMN dipanggil untuk menghadap.

Akan tetapi, VMN bersyukur sebab sekolah juga memberikan support agar dirinya tetap tegar menjalani persoalan itu dan semangat untuk sekolah.

“Saya hanya dengar saja, anggap biasa karena saya mau sekolah dan kalau sudah tamat nanti bisa kerja lagi bantu mama,” ujarnya.

Diakuinya, Ia meminta kepada ibunya untuk pindah sekolah walaupun sekolah selama ini memberikan dukungan saat ia menghadapi persoalan.

Hal tersebut dilakukan karena ingin menjaga nama baik sekolah.

“Saya diminta untuk tetap sekolah di sekolah lama, tapi saya yang ingin sekolah di sekolah lain untuk menjaga nama baik sekolah. Bukan karena perasaan malu,” katanya.

Saat ini, keluarga VMN telah melaporkan pelaku ke Polisi.

Pihak keluarga pun berharap DT segera ditangkap dan dihukum karena perbuatannya.

VMN juga berharap, pelaku yang saat ini telah ditetapkan sebagai DPO Polsek Oebobo Polres Kupang Kota dapat dibekuk dan diproses hukum.

“Saya harapkan dia (pelaku) ditangkap sehingga kasus ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut di kepolisian,” katanya.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply