Calon Suami Jadi Korban Lion Air, Intan Jalankan Pesan Terakhir Jadi ‘Pengantin’ di Tanggal Akad

Intan Indah Syari benar-benar mewujudkan pesan terakhir calon suaminya, dr. Rio Nanda Pratama yang turut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Tepat pada Minggu (11/11/2018), yang seharusnya menjadi hari akan pernikahannya dengan Rio, Intan tetap berdandan ala pengantin dengan mengenakan kebaya putih lengkap pilihan calon suaminya.

Ketegaran Intan dibagikan oleh wedding organizer yang mengurus pernikahannya melalui akun Instagramnya @adeliaorganizer.bangka.

Dengan mengunggah dua buah foto, terlihat Intan tampil anggun mengenakan kebaya putih dan balutan jilbab berwarna senada.

Dipadupadankan dengan kain bawahan bernuansa cokelat.

Intan pun terlihat ayu dalam riasan lengkap ala pengantin.

Kedua tangannya terlihat berhiaskan Henna.

Dia membawa bunga putih dan mengenakan mahkota di atas hijabnya.

Sebuah caption panjang ditulis mengenang perjalanan cinta Intan dan Rio.

“Intan Indah Syari.
Wanita hebat dan kuat.. Sangat tegar.

Teringat 2 minggu lalu, tepat tgl 29 Oktober 2018, Bangka Belitung berduka.

View this post on Instagram

 

A post shared by Adiela Organizer (@adielaorganizer.bangka) on

 

Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 menyisakan duka tersendiri bagi Intan.

Adapun dr. Rio Nanda Pratama, calon suami @intansyariii.. seseorang yg telah mengisi hari2 Intan selama 13 tahun lamanya.

Telah mengenal sejak SMP.. berteman, bersahabat, mjd teman dekat, dan akhirnya sepasang kekasih yg mempunyai mimpi akan menikah tepat di tgl 11 November 2018.

Tapi, Allah berkehendak lain.. tepat 2 minggu sebelum Ijab Qabul diucapkan, Rio telah terlebih dahulu dipanggil menghadap Allah Swt dgn cara n kejadian yg tak pernah kita duga.

(Semoga Allah menghapus dosa2ny dan menempatkan Rio di surgaNya. Aamiin).

4 hari sebelum kejadian, tepatnya hari Rabu, Intan n Rio dtg ke galery Adiela WO utk fitting baju akad. Rio memilih 1 baju dr 2 kebaya putih yg dicoba oleh Intan.

View this post on Instagram

 

A post shared by Adiela Organizer (@adielaorganizer.bangka) on

 

Kemudian sebelum keberangkatan Rio hr Jumat ke Jakarta yg akan menghadiri seminar mewakili tempatnya bekerja..

Rio telah berpesan 1 hal kepada Intan.

Diiringi bercandaan yg sangat memilukan hati.

“Seandainya nanti saya tidak kembali tgl 11 November 2018, kamu tetap pakai baju akad yg telah saya pilihkan kemarin. Didandan cantik. Minta mawar putih segar ke yuk Sheila (saya, sbg WO). Dan berfoto lh yg bagus. Nanti fotonya kirim ke saya.”

Dan sungguh tak pernah Intan maupun kami semua duga, bahwa itu adalah pesan terakhir dr Rio.

View this post on Instagram

 

A post shared by Iis (@intansyariii) on

 

Dan saya, hr ini tpt tgl 11 November 2018 melaksanakan permintaan terakhir alm.

Bertempat di Adiela Galery walau dgn hati pilu n teriris-iris.. Ini harus dan wajib dilaksanakan.

Intan, wanita yg hebat dan kuat… dgn tegar menjalani semua proses.

Make up, henna, smp foto semua dilalui dgn ikhlas ditemani oleh sahabat2nya.. berfoto sendiri n bersama sahabat2 terasa sedikit mengurangi beban berat..

Selamat jalan dr. Rio Nanda Pratama..

View this post on Instagram

 

A post shared by Iis (@intansyariii) on

 

Ini Intan, calon istrimu.

Terlihat anggun dalam balutan kebaya putih dan mawar putih segar yg kamu minta.

Selamat beristirahat dan semoga husnul khotimah.

Terima kasih kpd team yg juga berusaha tegar hari ini,” tulis akun @adielaorganizer.bangka.

Seperti diketahui, Senin (29/10/2018), pesawat Lion Air JT 610 dipastikan jatuh di sekitar Perairan Tanjung, Karawang, Jawa Barat.

Dilansir TribunStyle.com dari Kompas.com, pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, sekira pukul 06.20 WIB menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Pesawat Lion Air JT 610 sendiri sempat dinyatakan hilang kontak, sebelum dipastikan jatuh.

Pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 sendiri akhirnya diputuskan untuk diakhiri, Sabtu (10/11/2018).

Keputusan ini diambil Badan SAR Nasional lantaran jumlah body part (bagian tubuh) dari korban semakin sedikit dan sulit ditemukan.

“Kami dari tim SAR Basarnas mengambil keputusan bahwa operasi SAR inis ecara terpusat disudahi atau ditutup hari ini,” tutur Syaugi, Kepala Basarnas.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply