Buah Pernikahan Sah, Kenapa Ibu di Klaten Ini Tega Bunuh Bayinya?

diabetes mellitus,diabetes insipidus,diabetes symptoms,diabetes type 2,diabetes medications,diabetes type 1,diabetes diet,diabetes in dogs,diabetes association,diabetes and alcohol,diabetes awareness month,diabetes a1c,diabetes and pregnancy,diabetes and heart disease,diabetes and kidneys,diabetes app,a diabetes delegated care aide,a diabetes diet,a diabetes association,a diabetes specialist,a diabetes-like condition may develop when,a diabetes breakfast,a diabetes doctor,a diabetes diet plan,diabetes blood test,diabetes blood sugar,diabetes breakfast,diabetes bracelet,diabetes blindness,diabetes blood sugar chart,diabetes blood pressure,diabetes breath,b diabetes mellitus,diabetes b symptoms,diabetes b vitamins,diabetes b type,diabetes b cells,diabetes b complex,diabetes b blocker

Klaten  – Desi (28 tahun) menjadi tersangka pembunuhan dan membuang mayat bayi sendiri di saluran irigasi di Klaten. Dia mengaku tega melakukan itu karena takut dikira selingkuh. Padahal bayi tersebut merupakan hasil pernikahan sah dengan suaminya.

‘Ini anak ketiga. Ya takut suami jarang pulang nanti tidak diakui,’ ungkap Desi kepada wartawan di Mapolres Klaten, Kamis (13/2/2020).

Menurut pengakuan Desi, suaminya kadang pulang sebulan sekali. Sedangkan sang suami dan keluarga tidak mengetahui kehamilannya. ‘Pulang terakhir sebulan yang lalu. Sampai sekarang belum tahu kejadian ini,’ lanjut Desi.

Desi mengakui menyesal atas perbuatannya pada anaknya sendiri. ‘Ya menyesal. Cuma kaya tidak sadar gitu waktu itu,’ terang Desi.

Setelah ditangkap, Desi mengatakan dua anaknya yang lain kini diasuh oleh mertuanya. Salah seorang di antaranya duduk di bangku SD dan satu di TK. Selanjutnya saat ditanya lebih jauh, Desi enggan menjawab dan kemudian menangis.

Bersama tersangka, polisi juga menghadirkan dua alat bukti. Alat bukti berupa kasur warna krem dan selimut warna cokelat jadi tempat Desi melahirkan.

Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas Hasibuan menjelaskan tersangka ditangkap setelah ada saksi yang melihat pelaku mencuci membuang kasur dan sprei.

‘Pelaku ditangkap Senin (10/2) di tempatnya bekerja di sebuah pabrik di Boyolali pukul 16.00 WIB. Dan tersangka mengakui perbuatannya,’ jelas Andriansyah.

Andriansyah menjelaskan alasan pelaku nekat membunuh dan membuang bayinya karena takut dikira selingkuh. Sebab selama ini jarang bertemu dengan suaminya.

‘Sudah jarang berhubungan. Takutnya dikira selingkuh makanya bayinya dibuang,’ ungkap Andriansyah.

Menurut Andriansyah dari awal pemeriksaan penyidik menduga bayi itu hasil perselingkuhan. Namun ternyata bukan. ‘Kita pikir itu hasil selingkuhan rupanya bukan. Dia itu (Desi) sudah lama tidak berhubungan dengan suaminya,’ jelas Andriansyah.

Suami tersangka, lanjut Andriansyah, kadang balik sekali sebulan atau dua bulan. Jadi berhubungan intim pun jarang. ‘Jadi hubungan pun jarang. Kata dia (Desi), suaminya pun sudah ada orang kedua,’ sambung Andriansyah.

Karena ketakutan nantinya dituduh selingkuh, terang Andriansyah, si ibu tersebut nekat membunuh dan membuang jasad bayinya itu.

‘Jadi kehamilannya tidak ada yang tahu. Takut dibilang selingkuh padahal masih berhubungan dengan suaminya meskipun jarang,’ lanjut Andriansyah.

Sebelumnya diberitakan sesosok mayat bayi laki-laki dengan tali pusar dan ari-ari ditemukan anak-anak pencari cacing di saluran irigasi Dusun Bendo, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten, Sabtu (8/2). Dari penyelidikan yang dilakukan polisi, selanjutnya menetapkan Desi, warga desa setempat, sebagai tersangka pembuangan bayi tersebut.

‘Untuk hasil autopsi masih menunggu. Mudah-mudahan dari autopsi sinkron sebab memang garis besar ada tanda penyekapan dan keterangan dari pelaku juga begitu. Setelah lahir langsung menyekap mulut,’ terang Andriansyah.

(mbr/sip)


Leave a Reply