Bolehkah Perempuan Kumandangkan Adzan dan Iqomah?

diabetes mellitus,diabetes insipidus,diabetes symptoms,diabetes type 2,diabetes medications,diabetes type 1,diabetes diet,diabetes in dogs,diabetes association,diabetes and alcohol,diabetes awareness month,diabetes a1c,diabetes and pregnancy,diabetes and heart disease,diabetes and kidneys,diabetes app,a diabetes delegated care aide,a diabetes diet,a diabetes association,a diabetes specialist,a diabetes-like condition may develop when,a diabetes breakfast,a diabetes doctor,a diabetes diet plan,diabetes blood test,diabetes blood sugar,diabetes breakfast,diabetes bracelet,diabetes blindness,diabetes blood sugar chart,diabetes blood pressure,diabetes breath,b diabetes mellitus,diabetes b symptoms,diabetes b vitamins,diabetes b type,diabetes b cells,diabetes b complex,diabetes b blocker

Adzan dan iqamah meruakan seruan masuknya waktu shalat. Maka, keduanya dikumandangkan dengan suara yang lantang.

Umumnya, kaum laki-laki lah yang mengumandangkan azan dan iqamah untuk menyerukan shalat. Bagaimana dengan kaum wanita? Bolehkah mereka melakukan hal yang sama?

Para ulama berbeda pendapat soal ini. Ada yang mengharamkan, seperti ulama mazhab Maliki dan Hanafiyah.

Ada pula yang memakruhkannya untuk azan dan mensunnahkannya unuk iqomah,seperti ulama Syafiiyah.

Dengan demikian, ada beberapa hal yang bisa disimpulkan, yakni sebagaiberikut:

Pertama, Jika dalam suatu jamaah terdapat kaumlaki-laki, maka iqomah sebaiknya dilakukan oleh laki-laki.

Kedua, Jika semua anggota jamaah adalah perempuan, maka salah satu dari mereka boleh mengumandangkan azan dan iqamah.

Ini didasarkan pada riwayat seperti yang disebutkan dalam hadis riwayat Baihaqi, bahwa Aisyah ra. pernah melakukan azan, iqamah dan sekaligus mengimami jamaah yang seleuruhnya perempuan.

Sumber: islampos.com


Leave a Reply