Adegan per Adegan Anak Bunuh Ayah Kandung, Terungkap Pelaku Sempat Minta Ini ke Adiknya

Adegan per Adegan Anak Bunuh Ayah Kandung, Terungkap Pelaku Sempat Minta Ini ke Adiknya

Penyidik Polsek Pardasuka menggelar rekonstruksi peristiwa pembunuhan ayah oleh anak kandung.

Reka ulang disaksikan jaksa Kejaksaan Negeri Tanggamus itu digelar di tempat kejadian perkara (TKP) di Dusun Leweng Kolot, Pekon Suka Agung Barat, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus.

Kapolsek Pardasuka AKP Martono menerangkan, tujuan rekontruksi adalah untuk memperlengkap berita acara untuk mempermudah jaksa dalam memberikan tuntutan.

Sanwani alias Awang (34) membunuh ayah kandungnya Saliman (60), Selasa (11/12) pukul 06.00 WIB.

Martono menambahkan, ada 15 adegan yang diperagakan tersangka dalam rekonstruksi.

Adegan pertama, saat tersangka sedang tidur di rumahnya.

Rumah tersangka tidak jauh dari kediaman korban.

“Sanwani mendengar ayahnya, Saliman mengomel tentangnya di hadapan adik dan keponakan mengenai uang. Sanwani yang mendengar itu langsung terbangun dan mengambil sebilah golok yang terselip di samping pintu depan,” ujarnya

Sanwani langsung menghampiri ayahnya, yang saat kejadian sedang bersama keponakannya Arianto dan adiknya Nastur di dapur.

Melihat kedatangan tersangka, korban bangun dari tempat duduk.

Namun tiba-tiba tersangka menusukkan golok ke arah ulu hati korban.

Tersangka juga mengarahkan golok ke arah tangan, punggung, leher dan kepala korban.

Akibatnya korban tersungkur dengan sejumlah luka. Saksi Arianto berlari meminta pertolongan warga.

Namun Nastur selaku adik tersangka hanya bisa menjerit dan meminta pertolongan warga.

Pada adegan ke-14 tersangka sempat keluar dapur lalu kembali masuk, dan memerintahkan adiknya untuk mengurus ayahnya.

Terakhir adegan ke-15, tersangka pergi dari rumah ayahnya kemudian melarikan diri ke rumah pamannya di Pekon Wargomulyo Kecamatan Pardasuka hingga berhasil ditangkap.

Seperti diketahui, peristiwa penganiayaan anak terhadap orangtua terjadi di Pekon Suka Agung Barat, Kecamatan Bulok, Tanggamus.

Hanya gara-gara masalah sepele, seorang anak tega membacok ayahnya sendiri hingga tewas.

Sanwani (34), warga Pekon Suka Agung Barat, Kecamatan Bulok, Tanggamus, tega membunuh ayahnya, Saliman (60).

Sanwani kesal dengan ayahnya karena motornya dijual.

Sanwani ditangkap petugas Polsek Pardasuka saat bersembunyi di rumah saudaranya, di Pekon Wargomulyo, Kecamatan Pardasuka, Pringsewu, Selasa, 11 Desember 2018 pukul 09.00 WIB.

Kapolsek Pardasuka AKP Martono mengungkapkan, Sanwani tega membacok ayahnya lantaran kesal.

Ia keberatan ayahnya menjual motor Sanwani kepada keponakan.

“Motor dijual dengan cara dicicil. Uang muka Rp 1,6 juta,” ujar Kapolsek mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma.

Ditambahkan Kapolsek, dari uang muka Rp 1,6 juta tersebut, Rp 1 juta diambil oleh ibunya.

Kemudian uang sisanya Rp 600 ribu diserahkan kepada Sanwani. Mengetahui motornya dijual, Sanwani gelap mata.

Terjadi perdebatan antara Sanwani dan ibunya.

Saliman pun berniat melerai perdebatan antara ibu dan anak tersebut.

Subscribe channel video YouTube Tribunlampung di bawah ini:

Namun, pertikaian makin meruncing.

Sanwani, yang telanjur naik pitam, menghunuskan golok yang dibawanya ke perut sang ayah.

Belum cukup sampai di situ, Sanwani juga membacok kepala korban.

Saliman pun tersungkur dengan bersimbah darah.

Sementara Sanwani kabur ke kediaman saudaranya di Kecamatan Pardasuka.

Hanya berselang tiga jam, polisi berhasil menangkap Sanwani.

Martono mengatakan, kini Sanwani mendekam di sel tahanan Mapolsek Pardasuka.

Ia terancam pasal 338 juncto 340 KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati.(dik)

Leave a Reply