5 Fakta Wanita Dipukul Saat Sholat Di Masjid, Pelaku Bergelagat Seperti Orang Ngajak Berantem

Sebuah video seorang wanita dipukul kepalanya saat salat di masjid menjadi viral di media sosial.

Diketahui korban merupakan seorang mahasiswi di Samarinda bernama Merissa Ayu Ningrum (20).

Korban saat itu tengah salat di Masjif Al Istiqomah, Jalan P Antasari, RT 30, Sungai Kujang, Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat (28/12/2018).

Pelaku diketahui berinisial MJ (45), warga Sangasana, Kutai Kartanegara.

Korban dipukul bagian kepala belakanganya oleh pelaku menggunakan balok saat salat.

Dalam video rekama CCTV berdurasi 3 menit 15 detik itu, korban sempat sempoyongan setelah dipukul kepalanya.

Sementara pelaku langsung melarikan diri. Korban pun langsung mengadukan peristiwa tersebut ke Polsek Ulu.

Berikut 5 fakta soal pemukulan wanita saat salat di masjid dikutip dari TribunKaltim.com.

1. Pelaku Menginap 3 Hari di Masjid
Salah satu warga, Sukiman menceritakan sosok pria pelaku pemukulan di masjid tersebut.

Sukiman menyatakan bahwa beberapa kali ia dan warga lainnya melihat pria tersebut.

Disebutkan kalau pelaku sempat menginap di masjid tersebut selama tiga hari.

“Saya lihat dia tiga harian terakhir ini, biasanya duduk di dekat tempat wudhu, pakai baju koko dan peci, persis seperti foto dan video di media sosial itu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Al Istiqomah, Masjid Al Istiqomah, Jalan P Antasari, RT 30, Sei Kunjang. Elansyah juga angkat bicara terkait pemukulan di masjid tersebut.

Elansyah menyebutkan bahwa pria tersebut memang tidur di masjid selama 3 hari terakhir.

Pria tersebut juga sempat menjadi kaum masjid untuk menggantikan kaum masjid (marbot) sebelumnya yang sedang sakit.

“Selama kaum kami sakit, dia yang bersih-bersih, cukup rajin orangnya.

2. Dikenal Rajin
Selama menginap di masjid, pelaku berkelakuan baik dan rajin.

“Tanpa disuruh, dia bersih-bersih sendiri, komunikasi juga baik dengan kami. Karena itu kita beri makan, kadang kasih rokok,” jelas Elansyah.

3. Gelagat Seperti Orang Ngajak Berantem
Sukiman kembali menuturkan bahwa pelaku pemukulan tersebut terlihat seperti hendak menantang berkelahi saat ada orang yang melihatnya.

“Tidak pernah saya dengar dia bicara, kalau saya lihat dia, gayanya seperti mau nantang orang kelahi,” ucapnya.

4. Sempat Itung Uang Kotak Amal
Elansyah mengatakan sebelum aksi pemukulan itu terjadi, pria tersebut sempat bantu-bantu menghitung uang di kotak amal.

“Jumatan juga ikut, saya juga suruh ikut bantu hitung uang shalawatan.

Kenapa kami tahu identitasnya, karena setiap orang yang menginap di sini (masjid) selalu kami minta identitasnya, kami foto, kami data,” ungkapnya.

“Kalau saya menduga, sepertinya dia mau ambil motor korban, karena dia sempat cek parkiran, lalu mencoba melumpuhkan korban, namun gagal dan langsung melarikan diri,” tutupnya.

5. Penuturan Korban: Pandangan Saya Tiba-tiba Gelap
Dikutip dari Tribun medan, awalnya ia sempat berbincang dengan sang pelaku saat menanya lokasi tempat wudhu. Pelaku kemudian menjelaskan toilet terletak di belakang masjid.

“Biasa-biasa saja orangnya, tidak mencurigakan. Saya sempat tanya di mana letak toilet, ya dijawab dan diberitahu sama dia,” terangnya.

Usai dari toilet, korban kembali bertemu dengan pelaku yang saat itu sedang minum teh. Kemudian pria tersebut bertanya apakah Merissa sendirian.

“Dia nanya, apakah saya sendirian saja, ya saya jawab, sendirian saja dan mau salat,” ucapnya.

Baru rakaat pertama salat yang dilakukannya, tiba-tiba dari belakang, dirinya memperoleh pukulan yang cukup keras dari benda padat, berupa balok.

“Baru rakaat pertama, lalu saya mendapati pukulan dibagian kepala belakang. Pusing kepala saya saat itu, lalu pandangan menghitam, terlebih mata saya tertutup mukena (pakaian salat bagi perempuan),” terangnya.

Merissa lalu berteriak minta tolong, kemudian datang seorang warga menghampirinya.

Namun saat itu pria yang diduga sebagai pelaku pemukulan sudah pergi dari masjid.

Korban kemudian mengecek barang-barang bawaannya dan setelah diperiksa tidak ada barang yang hilang.

Sementara itu, korban telah membuat laporan di Polresta Samarinda, guna kepolisian menindaklanjuti kejadian itu.

“Kami bersama Polsek Ulu, dan juga Polres tengah mencari pelaku. Korban melapor di Polres, tapi tetap kami bergerak,” ucap Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol I Ketut Gede Suardana.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply