5 Fakta Raja Keraton Agung Sejagat Ditangkap, Terkuak Nama Asli Dyah Gitarja Istri Sinuhun

diabetes mellitus,diabetes insipidus,diabetes symptoms,diabetes type 2,diabetes medications,diabetes type 1,diabetes diet,diabetes in dogs,diabetes association,diabetes and alcohol,diabetes awareness month,diabetes a1c,diabetes and pregnancy,diabetes and heart disease,diabetes and kidneys,diabetes app,a diabetes delegated care aide,a diabetes diet,a diabetes association,a diabetes specialist,a diabetes-like condition may develop when,a diabetes breakfast,a diabetes doctor,a diabetes diet plan,diabetes blood test,diabetes blood sugar,diabetes breakfast,diabetes bracelet,diabetes blindness,diabetes blood sugar chart,diabetes blood pressure,diabetes breath,b diabetes mellitus,diabetes b symptoms,diabetes b vitamins,diabetes b type,diabetes b cells,diabetes b complex,diabetes b blocker

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana mengonfirmasi kabar Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat yang telah ditangkap pada pukul 18.00 WIB, Selasa (14/1/2020).

Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat (42) dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja mengaku, pimpinan Keraton Agung Sejagat di Purworejo yang mengklaim akan menguasai dunia.

Kemunculan Keraton Agung Sejagat ini mulai dikenal publik, setelah mereka mengadakan acara wilujengan dan kirab budaya, yang dilaksanakan dari Jumat (10/1) hingga Minggu (12/1).

Berikut sederet fakta penangkapan Raja Keraton Agung Sejagat dirangkum Tribunjakarta:

1. Sinuhun Pakai Jarik
Foto penangkapan Sinuhun Totok Santoso beredar di media sosial Facebook.

Pemilik akun facebook Har membagikan foto Totok di facebook grup Cah Purworejo Perantauan.

Dalam foto tersebut muka Totok tampak lelah. Ia mengenakan kemeja putih dengan bawahan jarik cokelat.

2. Makna Batu Prasasti
Makna batu prasasti atau ukiran batu di Kerajaan Keraton Agung Sejagat (KAS) atau Kerajaan Agung Sejagat Purworejo dijelaskan oleh pembuatnya, yakni Empu Wijoyo Guno.

Empu Wijoyo Guno adalah orang yang mengukir batu berukuran kurang lebih tinggi 1,5 meter.

Pada batu tersebut terdapat beberapa ukiran dan tulisan yang menurut Empu Wijoyo guno mempunyai maknanya.

“Tulisan Jawa itu artinya adalah Bumi Mataram Keraton Agung Sejagad,” ucap Empu Wijoyo Guno.

Mataram sendiri adalah ‘Mata Rantai Manusia’.

“Maknanya alam jagad bumi ini adalah mata rantai manusia yang bisa ditanami apapun. Intinya segala macam hasil bumi adalah mata rantai manusia atau Mataram,” ungkapnya.

Wijoyo menjelaskan jika pada batu terukir gambar Cakra yang menggambarkan waktu dan kehidupan manusia.

Sedangkan di dalam cakra itu terdapat 9 dewa.

Ada pula ukiran Trisula yang menurutnya memiliki makna keilmuan.

Kemudian ada gambar telapak kaki yang bermakna sebagai tetenger atau penanda.

“Telapak kaki ini artinya adalah jejak atau petilasan. Kaki itu adalah tetenger kaisar,” jelasnya.

Wijoyo mengaku mengukir batu prasasti milik kerajaan Keraton Agung Sejagat (KAS) hanya dalam waktu 2 minggu.

Batu tersebut diukir sekitar 3 bulan yang lalu.

Fungsinya batu adalah sebagai penanda atau prasasti.

Menurut Empu Wijoyo, tulisan Jawa yang tertera pada batu memiliki arti sebuah pertanda bahwa ini adalah soko atau kaki atau tanda peradaban dimulai.

“Kerajaan ini adalah kerajaan dengan sistem damai. Artinya tanpa perang, berkuasa, oleh karena itu ditandai dengan deklarasi perdamaian dunia,” katanya.

Seperti halnya punggawa-punggawa lainnya, Wijoyo menjelaskan jika kekuasaan seluruh dunia berada di bawah naungan KAS.

“Negara-negara di dunia adalah fasal-fasal atau menjadi bagian dari kami. Mataram itu di semua negara ada. Mataram maksudnya adalah nama ‘Mata Rantai Manusia’. Di mana ada kehidupan di situ ada bumi,” ujarnya.

Konteks yang dijelaskan oleh Wijoyo sama sekali tidak ada hubungannya dengan kerajaan Mataram.

Dia sendiri hanyalah sebatas empu atau tukang, sehingga konsep itu sendiri berasal dari Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat.

3. Istana Digeledah
Polisi tidak hanya menangkap Raja Keraton Agung Sejagat Sinuhun Totok Santosa (42) dan istrinya Fanni Aminadia (41).

Tempat berkumpulnya kelompok itu di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, juga digeledah.

Penggeledahan berlangsung tidak lama setelah Totok dan Fanni ditangkap, Selasa (14/1/2020) sekitar 17.00 WIB.

Beberapa polisi berseragam dan berpakaian biasa tampak memeriksa beberapa ruangan di Keraton Agung Sejagat hingga malam hari.

Anggota Bhabinkamtibmas dan Humas Polres Purworejo terlihat pula di lokasi.

Hanya saja tidak ada pernyataan yang disampaikan. Warga terlihat memenuhi keraton selagi penggeledahan berlangsung.

Saat ini, Totok dan Fanni sedang menjalani pemeriksaan di Polres Purworejo setelah ditangkap.

Dari tangan mereka polisi juga menyita sejumlah dokumen yang diduga merupakan formulir rekrutmen anggota Keraton Agung Sejagat.

4. Nama Asli Dyah Gitarja
Saat KTP kedua pelaku diperiksa, terungkap nama istri Sinuhun Totok ternyata bukanlah Ratu Dyah Gitarja.

Nama aslinya sesuai KTP yakni Fanni Aminadia (41).

5. trancam 10 Tahun pnjara
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, Totok dan istrinya ditangkap karena diduga menyebarkan berita bohong (hoaks).

“Dugaan sementara pelaku melakukan perbuatan melanggar pasal 14 UU RI No.1 th 1946 tentang peraturan hukum pidana terkait penipuan,” jelas Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Fitriana Sutisna saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/01/2020).

Berdasarkan pasal tersebut, Sinuhun Totok dan istrinya trancam hkuman maksimal 10 tahun pnjara.

Sumber: tribunnews.com


Leave a Reply