3 Keutamaan Rutin Membaca Surah al-Ikhlas

Imam Muhammad Bin Abu Bakar membahas tentang fadhilah atau keutamaan Surah Al-Ikhlas dalam hadis yang ke-16 ini. Setidaknya ada 3 hadis yang disebutkan dalam kitab ini, yang berkaitan dengan fadhilah al-Ikhlas.

Surah Al-Ikhlas merupakan surah yang ke-112 dalam Al-Quran. Surah ini diturunkan di kota Mekkah sehingga disebut surah makkiyah. Surah ini berjumlah 4 ayat, 15 kalimat, dan 47 huruf.

Adapun asbabunnuzul (sebab turun) Surah Al-Ikhlas, sebagaimana dikatakan oleh Ubay Bin Ka’ab, Jabir Bin Abdullah, Abul ‘Aliyah, Asy-Sya’bi, dan Ikrimah (rodliyallahu anhum), adalah berawal dari pertanyaan kuffar Mekkah pada Nabi Muhammad Saw. tentang sifat Allah Swt.

Mereka adalah Amr Bin At-Thufail, Zaid Bin Qais, dan lainnya. Semua berkumpul untuk bertanya tentang ketuhanan pada Nabi Muhammad Saw. Mereka berkata,

يا محمد صف لنا ربك امن ذهب او من فضة او حديد او نحاس فان الهتنا من هذه الاشياء

“Hai Muhammad, sifatilah Tuhanmu itu pada kami! Apakah Dia tercipta dari emas, perak, besi, atau tembaga? Karena tuhan-tuhan kami terdiri dari itu semua.”

Nabi Muhammad Saw. menjawab,

انا رسول الله ان الله لا يشبه شيئا ولا اقول شيئا من تلقاء نفسي

“Saya ini utusan Allah Swt. Dia tidak menyerupai sesuatu apapun. Aku tidak menyampaikan sesuatu apapun berdasarkan hawa nafsuku, melainkan itu semua dari Allah SWT.”

Setelah itu, Allah langsung menurunkan Surah Al-Ikhlas 1-4 melalui Malaikat Jibril as. sebagai jawaban atas pertanyaan orang kafir. (Lihat juga dalam Tafsir Jalalain Juz 2/hal. 511)

Hadis Pertama
Sayidina Ali Bin Abi Tholib ra., berkata bahwa Nabi Muhammad Saw. telah bersabda sebagai berikut,

من قرأ قل هو الله احد الى اخره بعد صلاة الفجر عشر مرات لم يصل اليه ذنب في ذلك اليوم وان جهد الشيطان

“Barangsiapa yang membaca surah al-Ikhlas sesudah sholat subuh sebanyak 10 kali, maka ia akan terlindungi dari perbuatan dosa di hari tersebut, meski setan terus menggodanya.”

Faidah Surah Al-Ikhlas ini tentu akan kita rasakan apabila ikhlas dalam membacanya. Amalan apapun bila tidak didasari dengan keikhlasan, maka ia hanya sia-sia saja.

Selain ikhlas, dalam membiasakan suatu amalan kita juga dituntut untuk yakin dan istiqomah. Yakin bahwa amalan yang kita kerjakan bakal diterima oleh Allah SWT.

Lalu, jadikan wiridan tiap hari. Bukan hanya baca sekali dalam seminggu, apalagi sekali seumur hidup.

Jika resep dari dokter 3/sehari sesudah makan, maka jangan kita ubah 2 atau 4 kali sebelum makan. Jika isyarat dari Nabi Muhammad Saw. 10/hari tiap selesai sholat subuh, ya kita ikuti.

Perihal mau menambah amalan lain, itu diperbolehkan dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, asal tidak mengubah sesuatu yang telah paten. Karena tidak semua kuantitas ibadah yang kita tambah, akan menambah kualitasnya.

Hadis Kedua
Hadis ini diriwayatkan dari Ubay Bin Ka’ab ra. Beliau berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

من قرأ سورة الاخلاص مرة واحدة اعطى من الاجر كمثل اجر مائة شهيد

“Barangsiapa yang membaca surah al-Ikhlas satu kali, maka diberikan untuknya pahala seperti pahala 100 orang mati syahid.”

Ini baru satu kali, maka bagaimana pahala bagi mereka yang istiqomah mengamalkan Surah Al-Ikhlas hingga sepuluh, seratus, atau seribu kali tiap hari?

Hadis Ketiga
Sayidina Anas Bin Malik ra., berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

من قرأ قل هو الله احد مرة واحدة فكانما قرأ ثلث القران ومن قرأها مرتين فكانما قرأ ثلثي القران ومن قراها ثلاث مرات فكانما قرا القران كله ومن قراها احدى عشرة مرة بنى الله تعالى له بيتا في الجنة من ياقوتة حمراء

“Barangsiapa yang membaca Surah Al-Ikhlas 1 kali, maka ia seakan-akan membaca sepertiga Al-Qur’an. Barangsiapa yang membacanya 2 kali, maka seakan-akan membaca 2/3 Al-Qur’an. Barangsiapa membacanya 3 kali, maka seakan-akan telah mengkhatamkan Al-Qur’an. Dan barangsiapa yang membacanya sebanyak 11 kali, maka Allah Swt. telah menyediakan rumah untuknya yang terbuat dari permata berwarna merah.”

Tentunya hal ini bukan berarti tidak perlu membaca Al-Qur’an seutuhnya, ini hanya fadhoil saja. Ibarat orang yang merindukan orang tua, foto sebenarnya dapat mewakili dan mengobati sedikit rasa rindu.

Tapi ketika bisa bertemu langsung, mencium tangan keduanya, hal ini tidak sebanding dengan hanya melihat foto.

Artinya, membaca 3 kali surah al-Ikhlas seakan-akan khatam 1 Al-Qur’an, boleh jadi bagi mereka yang tidak mampu membaca seluruh surah karena keterbatasan pengetahuan atau yang lainnya.

Ini semua adalah keistimewaan menjadi Umat Nabi Muhammad Saw. Boleh saja umur kita pendek-pendek, tidak seperti umat terdahulu, tapi pahala amalan umat Nabi Muhammad SAW. panjang-panjang.

Dalam artian, pahala kebaikan yang diperoleh umat Nabi Muhammad Saw. tidak kalah dengan pahala umat terdahulu yang berumur panjang. Bahkan bisa melebihi amalan mereka.

Alhamdulillah, sebuah kenikmatan yang luar biasa dari Allah Swt. yang telah mentakdirkan kita sebagai umat dari paling baiknya para nabi, sehingga menjadi umat yang terbaik. Allahumma sholli ala sayidina wamaulana muhammad.

Wallahualam.

Sumber: bincangsyariah.com

Leave a Reply