Anak Kecil Meninggal Sebelum Baligh, Apakah Amalnya Dihitung di Akhirat?

Setiap anak yang terlahir dalam keadaan fitrah atau percaya akan adanya Tuhan yang mencipta dan yang Maha Esa.

Islam mewajibkan hambanya untuk menjalankan ajaran Agama ketika sudah memasuki usia baligh. Hal ini bertujuan agar kelak ia terbiasa melakukannya kewajiban yang menjadi tanggung bagi dirinya.

Bila sang anak meninggal sebelum baligh, apakah ia akan dihisab kelak pada hari kiamat?

Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya mengutip perkataan Sahabat Ali kepada Umar bin Khattab

وَقَالَ عَلِيٌّ لِعُمَرَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْقَلَمَ رُفِعَ عَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يُفِيقَ وَعَنْ الصَّبِيِّ حَتَّى يُدْرِكَ وَعَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ . رَوَاهُ البُخَارِيُّ

”Ali berkata kepada Umar, ketahuilah bahwa catatan amal telah ditiadakan untuk orang yang gila sampai ia sadar kembali. Begitu juga anak kecil sampai ia dewasa dan orang yang tidur sampai ia bangun kembali.” (HR. Bukhari)

Menurut Imam Ramli dalam Fatawa-nya menjelaskan bahwa anak kecil yang belum baligh tak akan dihisab (dihitung amalnya) dikarenakan tak ada bebabn kewajiban (Taklif) bagi mereka.

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa seseorang akan dicatat amal perbuatannya dan akan mempertanggung jawabkan di akhirat kelak mulai ia baligh.

Maka dari itu orang tuanya harus mengenalkan dan mengajari akan tanggung jawab yang akan mereka lakukan. Bila hal ini sudah dilakukan maka kelak orangtuanya akan terbebas dari tanggungjawab di akhirat karena telah menjalankan tugasnya.

Sumber: islami.co

Leave a Reply