Etika dan Cara Menyisir Rambut Kepala Dalam Islam

Rambut adalah organ tubuh manusia yang berbentuk seperti helaian benang yang tumbuh di kulit dan mengandung banyak keratin. Rambut tersebut muncul dari lapisan epidermis atau lapisan kulit terluar.

Meskipun bentuknya sangat tipis namun rambut memiliki fungsi yang sangat besar bagi tubuh manusia.

Adapun fungsi rambut adalah untuk melindungi kulit kepala dari rasa panas. Rambut yang ada di kepala berjumlah tidak kurang dari 100.000 helai rambut.

Tidak hanya petugas “hair do” yang memiliki tatanan cara membentuk mahkota seseorang. Islam jauh lebih dulu mengatur tentang cara memuliakan rambut dengan menyisirnya yang baik.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ لَهُ شَعْرٌ فَلْيُكْرِمْهُ

Barangsiapa memiliki rambut, hendaklah ia memuliakannya.”

Salah satu cara etika dalam menyisir rambut adalah membersihkannya, merawatnya dengan memberikan vitamin, minyak rambut atau merapikannya agar tidak acak-acakan.

Terlihat biasa sepertinya, namun ini wujud perhatian Islam agar terlihat baik dan tidak berantakan.

Bukankah kerapian sebagian dari iman?  Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangiku:

فَرَأَى رَجُلاً شَعِثًا قَدْ تَفَرَّقَ شَعْرُهُ فَقَالَ  أَمَا كَانَ يَجِدُ هَذَا مَا يُسَكِّنُ بِهِ شَعْرَهُ. وَرَأَى رَجُلاً آخَرَ وَعَلَيْهِ ثِيَابٌ وَسِخَةٌ فَقَالَ  أَمَا كَانَ هَذَا يَجِدُ مَاءً يَغْسِلُ بِهِ ثَوْبَهُ

Beliau melihat seorang lelaki yang acak-acakan rambutnya. Rasulullah bersabda, ‘Tidakkah orang ini mendapatkan sesuatu untuk merapikan rambutnya?’ Kemudian beliau melihat seorang lelaki yang kotor pakaiannya. Beliau bersabda, ‘Tidakkah orang ini mendapatkan air untuk mencuci pakaiannya?‘”

Mengikuti anjuran Nabi dalam menyisir rambut kepala tersebut merupakan wujud takwa kita kepadanya, yakni menjalankan apa yang diperintahkan.

Salah satu etika lainnya yang beliau contohkan dalam menyisir rambut kepala adalah memulai dari belahan rambut yang kanan.

Rasulullah suka mendahulukan semua pekerjaannya dengan wilayah kanan terdahulu, termasuk bersisir. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaa, ia berkata:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan sebelah kanan dalam semua pekerjaannya, ketika bersuci, memakai sandal, dan bersisir.”

Sumber: bincangsyariah.com

Leave a Reply