Fadhilah Malam Nisfu Sya’ban: Allah Turun ke Langit Bumi

Dalam sebuh riwayat yang mengadung penjelasan tentang keutamaan bulan Syaban dikatakan bahwa pada malam nisfu syaban, Allah turun ke langit bumi. Benarkah hadis tersebut?

Hadis tersebut ditemukan dalam riwayat Ibnu Majah

عن أبي موسى الأشعري عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

Dari Abu Musa al-Asy’ari dari Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah muncul pada malam pertengahan bulan Syaban maka Ia mengampuni segenap hambanya kecuali orang yang Musyrik atau Musyahin (orang yang bermusuhan)” (HR: Ibnu Majah)

Dalam kitab al-Zawaid, Imam al-Haitsami menyebutkan bahwa sanad hadis di atas bermasalah atau dhaif sebab terdapat perawi yang bernama Abdullah bin Lahi’ah yang dianggap dhaif hafalannya, dan perawi al-Walid bin Muslim yang dikenal Mudalis atau suka menyembungikan aib/cacat pada suatu sanad hadis atau menampakkan seolah sanadnya bagus.

Menurut Imam Daruqudni dalam al-Ilal al-Hadis, hadis tersebut juga diriwayatkan dari Muaz bin Jabal, Aisyah, Abu Hurairah dan Abu Tsa’labah. Namun sanadnya bermasalah. Beberapa perawi ada yang hafalannya lemah.

Namun dalam Lathaif al-Ma’arif, Ibnu Hibban berpendapat hadis tentang keutamaan malam nisfu syaban ini shahih maknanya meski diketahui banyak ahli hadis mengatakan hadis itu dhaif.

Sebab ada hadis shahih lain yang menjelaskan tentang turunnya Allah Swt ke langit dunia tidak khusus pada malam nisfu syaban saja, tapi terjadi di setiap pertengahan malam Allah datang mengabulkan doa orang yang memohon kepada-Nya. Sebagaimana dalam hadis berikut

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:   يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Dari Abu Hurairah ra, Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda, “Tuhan kita yang Maha Agung dan Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika telah tersisa sepertiga malam terakhir. Ia berfirman: Siapakah yang berdoa kepadaku, maka aku akan mengabulkannya, Siapa yang meminta kepadaku, maka aku akan memberikannya. Siapa yang memohon ampun kepadaku maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari-Muslim)

Jadi meski hadis tentang keutamaan malam nisfu syaban tersebut dhaif, namun terdapat hadis lain yang shahih yang membenarkan bahwa Allah memang turun ke langit bumi setiap sepertiga malam, tidak hanya malam nisfu syaban, tapi setiap malam. Demikian menurut Imam ‘Uqaili dalam al-Dhu’afa.
.
Sumber: bincangsyariah.com

Leave a Reply