Gara-gara Beda Pandangan Politik, 651 Pasangan Bercerai

Kerasnya dunia politik ternyata bisa mengguncang rumah tangga. Urusan perebutan kekuasaan di ranah publik ini sampai dibawa para pasangan hingga ke urusan ranjang. Dari tahun ke tahun, angka perceraian karena alasan politik mengalami peningkatan signifikan.

“Dari 272.794 kasus perceraian sepanjang 2011 di seluruh pengadilan di Indonesia, 651 pasangan memilih bercerai gara-gara perbedaan pandangan politik secara terus menerus,” papar Dirjen Badan Peradilan Agama (Badilag), Wahyu Widiana, dalam laporan statistik tahunan seperti dilansir website MA, Kamis (8/3/2012).

Dari angka tersebut perceraian terbesar akibat selisih paham partai politik terjadi di Jawa Timur yaitu sebanyak 568 pasangan. Dilanjut Jawa Barat sebanyak 49 pasang. Menyusul Bandar Lampung dan Jawa Tengah sebanyak 9 pasangan dan 6 pasangan.

“Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan masng-masing 3 pasangan,” jelas Wayhu.

Perceraian akibat beda pandangan politik ini tiap tahun bukannya berkurang tetapi bertambah. Bandingkan antara 2011 dengan 2010. Jika di 2011 sebanyak 651 pasangan, sedangkan 2010 sebanyak 334 pasangan saja.

Angka peningkatan perceraian tertinggi dibanding tahun lalu tetap dipegang Jawa Timur. Pada 2010 di provinsi itu sebanyak 221 pasangan bercerai, tahun 2011 naik 100 persen menjadi 568 pasangan. Bukti peningkatan perceraian karena pasangan beda partai politik terbukti di mana pada 2007 hanya 157 pasangan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply