Ini 4 Permintaan Ahli Neraka Kepada Allah SWT

Muhammad bin Ka’ab sebagaimana yang dinukil dalam kitab Mukasyafatul Qulub, h. 149, menjelaskan bahwa setidaknya ada empat doa atau permintaan ahli neraka yang diajukan Allah Swt.

Keempat doa ini dijawab oleh Allah Swt. kecuali doa yang terakhir. Doa yang terakhir tidak diijabah (bahkan tidak diperkenankan untuk dilontarkan) oleh Allah Swt. sehingga mereka langsung terdiam setelahnya.

Adapun permintaan ahli neraka tersebut adalah sebagai berikut,

Pertama, mereka berdoa kepada Allah Swt. agar diberi jalan keluar dari neraka. Namun, doa dan penyesalan mereka sudah tidak berguna lagi untuk mereka. Mereka berkata sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Swt. dalam QS. Ghafir: 11,

قَالُوْا رَبَّنَآ اَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَاَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوْبِنَا فَهَلْ اِلٰى خُرُوْجٍ مِّنْ سَبِيْلٍ

“Mereka menjawab, ‘Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?’ ”

Doa mereka dijawab oleh Allah Swt. dalam lanjutan ayat di atas sebagaimana berikut ini:

ذٰلِكُمْ بِاَنَّهٗٓ اِذَا دُعِيَ اللّٰهُ وَحْدَهٗ كَفَرْتُمْۚ وَاِنْ يُّشْرَكْ بِهٖ تُؤْمِنُوْا ۗفَالْحُكْمُ لِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيْرِ

“Yang demikian itu karena sesungguhnya kamu mengingkari apabila diseru untuk menyembah Allah saja. Dan jika Allah dipersekutukan, kamu percaya. Maka keputusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Mahatinggi, Mahabesar.” (QS. Ghafir [40]: 12)

Kedua, Penyesalan itu datang setelah mereka melihat dan mendengar sendiri betapa dahsyatnya siksa neraka sehingga mereka meminta agar dikembalikan kedua untuk beramal saleh.

Padahal saat masih di dunia mereka menyombongkan diri dan berkata tidak akan binasa. Mereka berkata sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Swt. dalam QS. As-Sajadah [32]: 12,

وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ

“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), ‘Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin’.”

Permintaan mereka dijawab oleh Allah Swt. dalam QS. Ibrahim [14]: 44,

اَوَلَمْ تَكُوْنُوْٓا اَقْسَمْتُمْ مِّنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِّنْ زَوَالٍۙ

“(Kepada mereka dikatakan), ‘Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?’ “

Ketiga, mereka masih bersikeras meminta agar dikeluarkan dari api neraka. Lagi-lagi mereka berjanji akan memperbaiki diri ketika sudah dibangkitkan kembali ke dunia.

Mereka berkata dalam firman Allah Swt. Qs. Fathir [35]: 37,

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَل

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu’.”

Dalam lanjutan ayat tersebut, Allah Swt. menjawab doa mereka sebagaimana berikut:

اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ

“(Dikatakan kepada mereka), ‘Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun’.”

Keempat, mereka masih berharap agar diberi kesempatan oleh Allah Swt. untuk berbuat baik. Mereka menyalahkan diri mereka sendiri dan mengakui kesesatan mereka.

Mereka meminta agar dikembalikan ke dunia. Jika mereka kembali kepada kekufuran, maka berarti mereka termasuk orang zalim.

Ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Swt. dalam Qs. Al-Mukminun [23]: 106-107,

قَالُوْا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَاۤلِّيْنَ  ***

“Mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan kami adalah orang-orang yang sesat’.”

رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ عُدْنَا فَاِنَّا ظٰلِمُوْن

“Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim.”

Allah Swt. menjawab rengekan mereka dalam lanjutan ayat tersebut,

قَالَ اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْنِ

“Dia (Allah) berfirman, ‘Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku’.” (QS. Al-Mukminun [23] : 108)

Setelah ini, mereka terdiam tanpa kata lagi. Mereka terus-menerus merasakan akibat amal buruk mereka di dunia. Mereka kekal selamanya di dalam neraka.

Naudzubillah.

Allah Ta’ala A’lam.

Sumber: bincangsyariah.com

Leave a Reply