Sesukses Apapun Dirimu, Jangan Pernah Lupakan Orang Tuamu

Sesukses apapun dirimu, jangan pernah lupakan orang tuamu.

Mungkin hal seperti itu masih banyak dilupakan ketika seorang anak telah berhasil dengan hidupnya.

Banyak orang tua yang rela melakukan apa saja untuk membahagiakan anaknya.

Meski dalam kondisi sulit sekalipun, mereka akan mengorbankan segalanya demi mewujudkan impian anaknya.

Begitupun dengan seorang ayah ini yang berjuang mati-matian untuk dapat menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin.

Walaupun pengorbanan orang tua sangat besar, terkadang darah daging mereka lupa untuk memikirkan perasaan orang tuanya.

Dilansir Suar.ID dari World of Buzz pada Rabu (13/3), kisah menyedihkan datang dari seorang ayah di Vietnam.

Dilaporkan seorang ayah berusia 74 tahun ingin mengunjungi kedua putrinya di Amerika Serikat karena anak-anaknya itu belum pulang sejak mereka lulus pada 2009, artinya sudah sepuluh tahun sang ayah ditinggalkan sendiri.

Lebih dari itu, hal yang membuat terharu adalah kisah perjuangan sang ayah agar anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan tersier.

Menurut Vietucnews yang telah diterjemahkan oleh Guang Ming, sang ayah tinggal seorang diri di Ho Chi Minh, Vietnam.

Ia membesarkan kedua putrinya sendirian sejak istrinya meninggal.

Untuk membiayai pendidikan anak-anaknya di Amerika Serikat, ayah bernama Duyen itu terpaksa menjual rumahnya dan pindah ke rumah yang lebih murah.

Duyen adalah seorang penjual kopi yang menjajakan minuman berkafein itu di pinggir jalan dengan motornya yang telah dimodifikasi.

Penjual kopi yang berhasil sekolahkan anaknya hingga ke Amerika.

Ia melakoni pekerjaan itu selama beberapa tahun hingga berhasil membuat putrinya sekolah hingga perguruan tinggi.

Putri-putrinya itu kini telah menjadi seorang dokter dan seorang profesor.

Mirisnya, selama sepuluh tahun, tak satupun dari mereka yang kembali ke Vietnam untuk mengunjungi ayah mereka.

Akhirnya Duyen mengambil inisiatif untuk pergi ke AS dan menemui putrinya.

Ia menabung dan membuat sebuah pengumuman bahwa kiosnya akan libur selama 48 hari mulai 5 Maret – 21 April 2019.

Ia juga berencana membawa biji kopi sebagai hadiah.

“Aku tidak punya barang berharga untuk di bawa ke AS, jadi aku akan membawa 3 kg biji kopi sebagai hadiah.”

Saat berbicara mengenai pengorbanannya untuk anak-anaknya, Duyen tak pernah menyesali keputusannya walaupun mereka sudah 10 tahun tidak kembali ke Vietnam untuk mengunjunginya.

Walaupun tak pernah dikunjungi selama 10 tahun, Duyen mengatakan bahwa mereka menghubunginya lewat telepon untuk menanyakan kabarnya.

Duyen mengatakan itu tak menjadi masalah dan mengatakan putrinya adalah kekayaan terbesarnya.

“Itu tergantung bagaimana Anda melihat masalah ini. Bagi saya, anak-anaksaya adalah kekayaan terbesar saya.”

Meski putri-putrinya tetap menghubungi Duyen melalui telepon, banyak yang berharap agar mereka kembali ke Vietnam untuk mengunjungi sang ayah dan membuat ayah mereka bahagia.

Sumber: suar.grid.id

Leave a Reply