Sosok Bripda Risda, Anak Buruh Bangunan, Lulusan Terbaik Polwan

Bripda Risda Yuliandari (28), menjadi lulusan terbaik pendidikan Polwan. Anak buruh bangunan asal Kuningan, Jabar ini berhasil meraih peringkat terbaik di bidang jasmani.

Risda mendapat medali dari Wakalemdikpol Irjen Boy Rafli dalam pelantikan kelulusan di Sekolah Polwan Lemdiklat Polri, Ciputat, Jakarta, Senin (4/3).

Risda merupakan putri pertama dari 4 bersaudara pasangan Udan Sudaryana dan Ida Daningsih. Udan sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan bekerja serabutan.

Risda lahir di Sumedang tahun 2000, mengikuti seleksi Bintara Polri di Polda Jabar. Risda sejak kecil memang sudah bercita-cita menjadi Polisi.

Dan lulusan SMA 1 Cilimus ini bercita-cita untuk bisa menjadi Perwira Polisi suatu hari nanti. Secara khusus dia ingin berkarier di bidang intelejen Polri.

“Bapak saya kadang dapat perkerjaan, kadang tidak ada sedangkan saya masih memiliki 3 adik yang masih kecil-kecil, sehingga saya harus berprestasi untuk membantu orang tua saya, membantu adik-adik saya dan saya harus bisa membanggakan keluarga saya,” ujar Polwan muda ini.

Risda bertekad menjadi polisi yang profesional dan berintegritas.

“Saya terkesan dengan pesan dan bekal Bapak Kalemdiklat (Komjen Arief) agar kami semua melaksanakan tugas dengan baik sebagai pelayan masyarakat dimanapun bertugas, untuk bekerja dengan ikhlas dan penuh integritas dalam melindungi masyarakat. Kami akan terus mengembangkan diri untuk menjadi polisi yang profesional dan modern sehingga Polri semakin dipercaya oleh masyarakat. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama bagi Polri untuk bekerja,” beber Risda.

Selain Risda, total ada 498 srikandi polisi wanita yang baru saja menyelesaikan sekolah polisi, dari 500 orang yang mengikuti proses pendidikan sejak awal.

Polisi wanita ini menjalani pendidikan selama 7 bulan, dan dalam prosesnya, 2 orang dipecat karena tidak mampu menyelesaikan pendidikan.

Srikandi-srikandi muda ini akan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia dan sebagian ada yang ditempatkan di lembaga pendidikan untuk kaderisasi pelatih dan instruktur di sekolah-sekolah Polisi.

Sumber: kumparan.com

Leave a Reply