Begini Cara Rasulullah Meruqyah Diri Sendiri dan Keluarganya

Ruqyah merupakan cara menyembuhkan penyakit dengan membacakan ayat-ayat al-Qur’an dengan meniatkan untuk melindungi diri dan menyembuhkan diri dari penyakit.

Dalam Islam, umat Muslim disunnahkan untuk meruqyah diri sendiri sebagaimana dikatakan sahabat Usman bin Abu al-Aash RA. dalam hadis berikut ini

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ الثَّقَفِيِّ أَنَّهُ قَالَ قَدِمْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِي وَجَعٌ قَدْ كَادَ يُبْطِلُنِي فَقَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْعَلْ يَدَكَ الْيُمْنَى عَلَيْهِ وَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ سَبْعَ مَرَّاتٍ فَقُلْتُ ذَلِكَ فَشَفَانِيَ اللَّهُ

Dari Usman bin Abu al-Aash Ats-Tsaqafiy berkata, “Aku mendatangi Nabi Saw dan aku sedang menderita penyakit yang sangat mengganggu, maka beliau bersabda kepadaku, “Letakkan tanganmu yang kanan diatasnya (yaitu diatas bagian tubuh yang sakit) lalu ucapkan, bismillahi a’uudza bi’izzatillaahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (Dengan nama Allah, aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaanNya dari sakit yang aku derita ini) sebanyak tujuh kali.” Maka aku mengucapkan seperti itu dan Allah pun menyembuhkanku.” [HR. Ibnu Majah]

Sebagaimana dalam hadis tersebut adapun tata cara meruqyah diri sendiri yang diajarkan Nabi adalah sebagai berikut

Pertama, meletakkan tangan kanan di atas anggota tubuh yang sakit.

Kedua, membacakan doa di atas lalu ditambahkan dengan membacakan ayat-ayat Alquran sebagaimana Rasul sebutkan dalam hadis lainnya: seperti surat al-Ikhlas, surat muawwizdatain, dan surat lainnya.

Ketiga, membaca doa dan ayat ruqyah sebanyak tujuh kali dan mengulanginya dalam bilangan ganjil jika sakit belum reda. Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh sahabat Anas bin Malik dalam hadis riwayat Imam Tirmizi.

Dan disunnahkan pula meruqyah keluarganya, dan jika perlu juga kepada orang lain yang membutuhkan sebagaimana malaikat Jibril As. pernah meruqyah Rasulullah.

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ إِذَا اشْتَكَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقَاهُ جِبْرِيلُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ

Dari Aisyah istri Nabi Muhammad Saw, berkata, “Dahulu jika Rasulullah Saw sedang sakit maka Jibril datang meruqyah beliau, Jibril mengucapkan, bismillaahi yubriika wa min kulli daa’in yasyfiika wa min syarri haasidin idzaa hasada wa syarri kulli dzii ‘ainin (Dengan nama Allah yang menciptakanmu, Dialah Allah yang menyembuhkanmu dari segala macam penyakit dan dari kejahatan pendengki ketika ia mendengki serta segala macam kejahatan sorotan mata jahat semua makhluk yang memandang dengan kedengkian).” [HR. Muslim & Ahmad]
.
Sumber: bincangsyariah.com

Leave a Reply